Di wilayah dengan jaringan listrik yang tidak stabil atau tidak tersedia dalam waktu lama, sistem penyimpanan energi surya dapat menyediakan sumber listrik yang praktis untuk beban rumah tangga yang penting. Proyek di Yaman dengan baterai LiFePO4 5kWh dan inverter surya 6KW ini menunjukkan cara menggabungkan penyimpanan baterai dan perangkat konversi energi surya menjadi solusi daya rumah yang ringkas.

Konfigurasi sistem

KomponenKonfigurasi
BateraiBaterai LiFePO4 5kWh
InverterInverter surya 6KW
AplikasiDaya cadangan rumah dan penyimpanan energi surya
LokasiYaman

Mengapa menggunakan baterai LiFePO4 5kWh?

Teknologi LiFePO4 banyak digunakan pada sistem penyimpanan energi surya stasioner karena stabilitas termalnya, potensi umur siklus yang panjang, dan tegangan pelepasan yang relatif stabil. Baterai 5kWh dapat menyimpan energi yang cukup untuk mendukung peralatan rumah tangga tertentu, penerangan, perangkat komunikasi, dan beban penting lainnya, tergantung pada konsumsi daya sebenarnya.

Kapasitas baterai tidak boleh disamakan dengan daya inverter. Inverter 6KW menunjukkan kemampuan sistem dalam menangani daya, sedangkan 5kWh menunjukkan jumlah energi yang tersimpan. Sebagai contoh, beban kontinu 500W secara teoritis akan mengonsumsi 5kWh dalam 10 jam. Waktu operasi aktual akan lebih singkat karena rugi-rugi inverter, batas pelepasan baterai, dan kondisi sistem lainnya.

Pelajaran praktis untuk proyek penyimpanan energi surya

Saat merancang sistem serupa, mulailah dari kebutuhan energi harian, bukan hanya dari ukuran inverter. Buat daftar perangkat penting, daya masing-masing, dan perkiraan jam operasinya. Kapasitas baterai kemudian ditentukan berdasarkan durasi cadangan yang dibutuhkan, sementara inverter harus mampu menangani beban kontinu maupun lonjakan daya saat perangkat mulai bekerja.

Proyek di Yaman: baterai LiFePO4 5kWh dan inverter surya 6KW
Baterai LiFePO4 5kWh dipasangkan dengan inverter surya 6KW untuk penyimpanan energi rumah.

Solusi cadangan tenaga surya yang ringkas untuk Yaman

Proyek di Yaman ini menunjukkan pendekatan yang sederhana: menggabungkan baterai LiFePO4 5kWh dengan inverter surya 6KW untuk menyimpan listrik dari tenaga surya dan menyediakan daya cadangan saat diperlukan. Untuk proyek berikutnya, kapasitas baterai, ukuran array surya, spesifikasi inverter, dan beban yang diperkirakan harus selalu dievaluasi secara bersama-sama, bukan dipilih secara terpisah.